Jumat, 23 Agustus 2013

Entrepreneurship Hukum Langit

Lagi seneng ngeblog, jadi saya manfaatkan kesempatan ini. Kesempatan jarang datang 2 kali loh. :p Sedikit share aja perbincangan saya dengan salah satu teman SMA saya malam itu. Niatnya sih mau ikut kajian kang Abu, karena sesuatu hal yahhh ternyata kedatangan saya didahului dengan perbincangan sederhana namun membuat saya merasa bangga berbincang hal yang baru. :)
Cukup lama saya stress  memendam rasa ini *jiahhh* Saya ini ingin mencari guru besar untuk bidang saya seperti melamar kerja sana-sini namun alhasil harkos, beruntungnya saya punya banyak teman yang bisa menjadi guru mastermind saya. :) Tidak jauh dari judul tulisan saya, maka saya akan bagikan poin ilmu yang saya dapatkan.
Entrepreneurship. Disini Entrepreneur dikenal dan tidak jauh dengan bisnis, setuju? Suatu lakon yang banyak orang inginkan demi mencapai keinginan/kepuasan memiliki segalanya dengan uang alias untung. Betul atau betul? Banyak anak muda jaman sekarang yang tidak lain dan tidak jarang bercita-cita menjadi seorang pembisnis/pengusaha, Keduanya sama-sama mengejar untung. Tidakkah kita menyadari kembali untuk apa kita hidup? Apa hanya untuk membeli untung, membuang bahkan menolak rugi? Ingatkah ketika kita terlahir ke dunia? Siapa yang memerintahkan kita lahir? Mari kita buka QS. Az-Zariyat surat ke 51 ayat 56.
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
Jelaslah seorang entrepreneur itu sejatinya hidup untuk beribadah bukan hanya untuk mengejar untung 'dunia' saja. Untung yang sebenarnya mampu menjadi target seorang Entrepreneur adalah keRidhoan-Nya. :) Dalam ilmu bisnis, seorang pengusaha itu sejatinya menjual manfaat bukan menjual produk. Produk bisa jadi media/perantara dimana para konsumen dapat merasakan manfaat yang dijual oleh seorang pengusaha. Nah, menurut "Hukum Langit" Manfaat disini bernilai positif, okey klo begitu, mari  kita ganti kata "manfaat" dengan "Amal Soleh" atau "Berbuat Baik". Bagaimana menurut Anda? Secara kemanusiaan makna yang dirasakan begitu mirip bukan? Sama-sama memberikan efek positif kepada orang lain. Untung Rugi belakangan, yang penting niatnya agar mendapat keRidhoan-Nya. Setuju???
Mungkin disini saudara sekalian, agak kurang puas dengan apa yang telah saya tulisakan di atas. Nah, maka dari itu yuk mari sama-sama belajar.  :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar