Kamis, 10 Oktober 2013

Sabtu, 31 Agustus 2013

Dimulai dari yang KECIL


TERNYATA! Entrepreneur itu mudah untuk menjadi, sulit untuk berproses. :3 Dari hal yang kecil pun terkadang kita lupa mengingat bahwa itulah yang akan membuat seorang Entrepreneur BESAR. Wuooo~ 
Jangan remehkan yang kecil. Karena si kecil kita akan menjadi BESAR. Yaaa, diibaratkan seorang anak yang sukses, pasti orang tuanya juga akan kebawa sukses #SEHARUSNYA. Dari hal kecil yang baik kita akan BESAR mejadi orang baik InsyaAllah. Efeknya jelas banyak.
Mari kita mulai dengan sedekah, Why Not? Sedekah itu hal kecil bukan, tidak terlalu berat untuk menjalankannya. Hanya mengeluarkan harta kita yang kita punya semampu kita kok, rebes! Jangan lupa IKHLAS dan NIAT juga penting, meskipun sepele kita sering kali lupa pada dua hal penting tadi. Niat dan Ikhlas. Duo ini akan mengarahkan kita pada tujuan kita sebenarnya. Mengharapkan keRIDHAan-Nya. Betul? Toh klo inginnya cuma dapet pahala dan Surga itu sotoy banget. Sudah PD melakukan kebaikan ini itu dengan niat agar dapat pahala dan Surga, ehh ternyata Allah tidak suka. Nah gimana tuh? Apakah Allah akan menempatkan kita di tempat yang kita inginkan? :3 Bingung kan? 
Oke mari lebih mengenal diri dan Sang Pencipta alam ini. Bukankah kita dilahirkan ke dunia ini hanya untuk beribadah kepada-Nya? Yakin lah segala apapun yang kita lakukan tidak akan sia-sia jika NIAT kita betul-betul tulus melakukannya karena perintah itu berasal dari orang yang kita cintai. >_< So sweet.  Si Pacar minta ini itu aja dikasih kok, kenapa perintah dari yang menciptakan diri ini SUSAH banget buat dilakukan? Bukan maksud untuk menyetarakan antara Si Pacar dan Rabb. Hanya saja jika di analogikan dalam kehidupan banyak orang yaa seperti itulah. CINTA ini pokoknya number one buat Allah, jadi Allah lah yang SEHARUSNYA & MEMANG menjadi yang paling kita CINTA. Sepakat? Nah loh yang banyak pacar~ ketauan kan sandiwaranya. :D #UdahPutusinAja. *loh
-Back to topic.-
Entrepreneur, 
sejatinya juga begitu, melakukan segala sesuatunya tanpa paksaan, tulus, akibatnya ngerasa tanpa beban ketika melakukannya. Setuju? Begitu juga Allah, ketika Rabb sayang banget banget banget sama hamba-Nya, apapun yang diminta pasti akan dikabulkan. Yakin deh! Cinta Allah itu dahsyat deh dibanding Cinta si Pacar #UdahPutusinAja
“Mintalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.” (QS. Al-Mu’min: 60).
 Tunggu apalagi?! Mari mulai ber-entrepreneur dari yang kecil, niat dan lakukan karena CINTA Allah. Semangat Entrepreneur, Semangat Cinta Allah.! (^^)9


Sabtu, 24 Agustus 2013

Perbanyak Relasi (Red: Ukhuwah)


Okey karena Entrepreneur itu tidak selalu bau uang, maka saya akan fokus pada kehidupan yang saya jalani. Toh karena saya telah menjalani hidup maka INSYAALLAH saya akan pertanggungjawabkan isi kali  ini. :D 
Dalam entrepreneurship sosial khusunya, kita (saya) diibaratkan seperti satu lidi yang tiada mampu berguna dan tiada memberi manfaat untuk membersihkan sampah saja. Yang ada hanya merepotkan saja. Jadi, pelajaran yang dapat kita ambil dari sapu lidi adalah " BERSATU KITA BISA, BERSAMA ALLAH KITA DAHSYAT" Kita hidup di dunia tidaklah sendiri, menurut ilmu sosial manusia merupakan makhluk sosial, akhluk yang membutuhkan yang lainnya agar dapat bertahan hidup (red: bersatu) bukan maksud saling memangsa agar dapat hidup :3 
Adapun pepatah yang mengatakan bahwa "Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain, sebaik-baiknya seorang entrepreneur adalah entrepreneur yang paling banyak waktunya sama Allah :) " Kenapa harus deket sama Allah? kenapa ga sama pacar aja?*eh. Ya! Keduanya adalah pertanyaan yang tidak perlu lagi dijawab, jelas-jelas Allah yang menciptakan kita, nah klo pacar... mungkin banyak harkosnya.. *ups. Oke, balik lagi ke topik --->
Entrepreneur kudu memiliki skill PDKT yang oke, TETEP sama ALLAH lebih oke. Membangun dan menjalin banyak relasi itu yang dibutuhkan dalam kehidupan seorang Entrepreneur. Kenapa? Karena suatu perusahaan bisnis tidak akan pernah bisa berjalan tanpa adanya banyak orang yang mengelolanya jika hanya seorang ketua saja, yang ada sang ketua bisa kewalahan menjani kerjanya dan lelah lalu bangkrut akhirnya. Miris kan ya? Dari relasi yang banyak itu bisa kita sebut dengan silaturahim artinya kekerabatan atau paseduluran. Nah nah ada kata dulur noh, jadi selama ini..... KITA sodara??!!! Alhamdulillah, sebagai muslim tidak ada yang membatasi persaudaraan dengan derajat, kekayaan, dll. You don't say lah jika ternyata Anda membatasi. Dari hikmah si Sapu Lidi lah kita dapat kutip pelajaran yang berharga, Satu lidi bisa saja tidak bernilai atau bermanfaat, namun seikat lidi-lidi yang banyak dapat mengubahnya menjadi bernilai. :) Jangan salah jika banyak teman itu tidak ada ibrahnya, oke mari kita lihat ketika kita susah dan jauh dari orang tua siapa yang akan menolongmu? Tentu teman yang Anda kenal. Sepakat? 
"Banyak teman, banyak rejeki", ini juga ga salah, artinya setiap manusia pasti sudah ditentukan rizki nya masing-masing, jadi ketika berkumpul dengan teman yang lainnya NAH alhasil Alhamdulillah wa SubhanaAllah. InsyaAllah. Semoga Anda mengerti maksud saya. :3
Ketika modal mertap pun jika Anda punya banyak teman, InsyaAllah masalah Anda dapat terselesaikan. Key Word mencari kemulusan bisnis itu ga akan sulit kok InsyaAllah klo kita tujuannya mengharap RIDHO-Nya bukan Rido Rhoma. Tetap husnudzon, cari dan periharalah kejujuran tapi inget, JANGAN mudah PERCAYA sama orang itu bukan suudzon loh, PERCAYA 100% itu cuma sama Allah. Tetep jaga-jaga sebelum menyesal. hehe. Hindari penyesalan, sebelum hidup Anda berakhir pada penyesalan.
Berikut saya coba berbagi dokumentasi suka duka saya bersama kawan sejawat :) :"3


Jumat, 23 Agustus 2013

Entrepreneurship Hukum Langit

Lagi seneng ngeblog, jadi saya manfaatkan kesempatan ini. Kesempatan jarang datang 2 kali loh. :p Sedikit share aja perbincangan saya dengan salah satu teman SMA saya malam itu. Niatnya sih mau ikut kajian kang Abu, karena sesuatu hal yahhh ternyata kedatangan saya didahului dengan perbincangan sederhana namun membuat saya merasa bangga berbincang hal yang baru. :)
Cukup lama saya stress  memendam rasa ini *jiahhh* Saya ini ingin mencari guru besar untuk bidang saya seperti melamar kerja sana-sini namun alhasil harkos, beruntungnya saya punya banyak teman yang bisa menjadi guru mastermind saya. :) Tidak jauh dari judul tulisan saya, maka saya akan bagikan poin ilmu yang saya dapatkan.
Entrepreneurship. Disini Entrepreneur dikenal dan tidak jauh dengan bisnis, setuju? Suatu lakon yang banyak orang inginkan demi mencapai keinginan/kepuasan memiliki segalanya dengan uang alias untung. Betul atau betul? Banyak anak muda jaman sekarang yang tidak lain dan tidak jarang bercita-cita menjadi seorang pembisnis/pengusaha, Keduanya sama-sama mengejar untung. Tidakkah kita menyadari kembali untuk apa kita hidup? Apa hanya untuk membeli untung, membuang bahkan menolak rugi? Ingatkah ketika kita terlahir ke dunia? Siapa yang memerintahkan kita lahir? Mari kita buka QS. Az-Zariyat surat ke 51 ayat 56.
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
Jelaslah seorang entrepreneur itu sejatinya hidup untuk beribadah bukan hanya untuk mengejar untung 'dunia' saja. Untung yang sebenarnya mampu menjadi target seorang Entrepreneur adalah keRidhoan-Nya. :) Dalam ilmu bisnis, seorang pengusaha itu sejatinya menjual manfaat bukan menjual produk. Produk bisa jadi media/perantara dimana para konsumen dapat merasakan manfaat yang dijual oleh seorang pengusaha. Nah, menurut "Hukum Langit" Manfaat disini bernilai positif, okey klo begitu, mari  kita ganti kata "manfaat" dengan "Amal Soleh" atau "Berbuat Baik". Bagaimana menurut Anda? Secara kemanusiaan makna yang dirasakan begitu mirip bukan? Sama-sama memberikan efek positif kepada orang lain. Untung Rugi belakangan, yang penting niatnya agar mendapat keRidhoan-Nya. Setuju???
Mungkin disini saudara sekalian, agak kurang puas dengan apa yang telah saya tulisakan di atas. Nah, maka dari itu yuk mari sama-sama belajar.  :)

PassiON Vs Tanggungjawab


Ya, pada akhirnya kembali juga pada blog usang ini. Klo kata eyang itu "Punya blog tapi jarang update tulisan itu seperti rumah tak dirawat, ntar ada hantunya" Nah nah... terbukti kan mulai terlihat sarang laba-laba yang menutupi jendela~ u,u Baik mari kita hidupkan kembali aura blognya. :D

Lama sekali rasanya blog ini ditinggal pergi oleh yang punya (red: saya) karena sesuatu hal yang membatasi saya. hoho. Namun berkat petuah eyang juga bahwa "Menulis itu untuk berbagi dengan harapan memberi manfaat bukan karena ingin disebut blogger" Camkan itu nak!!! Hmm, jadi saya tekankan lagi perkataan eyang tadi, "Tulislah apa yang kamu kerjakan!", toh kata mba Tia, "Seorang penulis itu hanya berpikir MENULIS, tidak pandang satu topik dan tidak harus selalu terlihat BAGUS. :D Disini saya akan berbagi tentang suka duka ketika saya mengikuti sebuah pengajaran untuk menjadi seorang ******* (sensor), siapa sangka pula saya mendapat salah satu bidang dan pastinya perlu saya pelajari lebih dalam. Berbicara tentang PASSION mungkin ada benarnya ini bukan sebuah kesalahan bukan juga sebuah jebakan. Setelah saya pegang kata PASSION itu, akhirnya saya tau bahwa bidang ini butuh Integritas dan pengalaman serta TANGGUNG JAWAB. Bagaimana saya bisa menyikapi hal ini sedangkan saya belum juga (yakin) dapat mempertanggungjawabkannya. :3 Ya, bisa jadi ini bukan sebuah artikel tapi ini sebuah pertanyaan besar dalam hidup saya, jika anda mengalaminya hal yang sama seperti saya, itu may be YES may be NO sebuah kebetulan. Skenario hidup anda hanya Allah yang tau. PassiON itu sifatnya bukan lahiriyah maksudnya ketika menjalani sebuah kehidupan bisa saja sesuatu yang ditemukan dalam diri saat kita terlahir belum tentu sama ketika kita telah sukses. Semoga anda paham maksud saya, jika tidak... Silahkan simak penjelasan dari salah satu guru saya, cekidot ->>

Ketika kita diberi tugas tertentu, lalu kita mengatakan "saya bukan passion-nya di sini...", sebenarnya emang bukan passion atau saat itu kita tidak berniat menyelesaikannya?

Lalu apa yang dianggap "passion" oleh sebagian orang? Apakah sesuatu yang tiba2 kita langsung jago melakukannya.

Ataukah sesuatu yang sangat kita suka untuk dilakukan?

Kalau memang alasannya karena kita sangat suka, apa jaminannya bahwa kita akan menyukainya selamanya? Apa jaminannya jika tugas yang kita tolak tadi sampai kapan pun tidak akan kita suka?

Lalu, apakah Passion itu adalah sesuatu yang tetap? Tidak berubah sampai kita mati?

Seringkali kita terlalu mudah mengatakan bahwa ini "passion" saya dan itu bukan "passion" saya. Padahal, mungkin kita masih harus terus belajar tentang seperti apa sebenarnya diri kita.

Berhati-hatilah, terlalu mudah memutuskan sesuatu itu "passion" bagi kita atau tidak, bisa jadi berakibat membatasi diri kita dari potensi-potensi lain yang justru bisa disinergikan dan dikembangkan untuk membuat diri kita semakin baik.

#RenunganDiri
NEXT ON: saya (red: Kang Surya) justru sudah banyak menemui orang2 yang justru membatasi diri dan potensinya, berlindung di balik istilah "passion". Penyebabnya sederhana, karena terlalu sederhana memandang makna passion, mas. Sehingga terlalu sederhana juga memandang dirinya. Padahal Allah sudah karuniakan manusia potensi yang terlalu besar untuk sekedar dibatasi. Untuk tataran lapangan memang perlu sederhana dan membumi. Namun itu perlu didasari ilmu dan konsep berpikir yang mendalam sehingga mampu diterapkan secara tepat. Contohnya, sekarang banyak yang menyatakan dengan begitu mudahnya, bahwa hidup harus fokus pada passionnya, jangan bercabang2. Menurut orang tsbt, bercabang2 akan menjauhkan diri dari sukses. Padahal bila kita berkaca pada ilmuwan Islam di masa kejayaan, mereka cenderung polymath, ahli kedokteran, sekaligus pakar filsafat, dan jago tafsir, bahkan ada yang ahli dalam matematika dan hukum sekaligus. Percabangan yang menurut banyak penganut "passion" masa kini, tidak ada hubungan langsung. Hal ini membuat saya merasa perlu merekonstruksi pemahaman saya pribadi dan kita semua tentang pemahaman kita akan makna kata "passion" yang sering kita sebut dan dengungkan.
Nah, bagaimana saudara-saudara ? apakah sudah mendapatkan lampunya (red: penerangan)? Yah intinya itu weh nyak. PassiON memang bukanlah "biang keroknya", pertanggung jawaban saya yang dipertanyakan. Akankah saya terus memakan banyak wacana untuk betah didalamnya? Tentu TIDAK!!! Saya perlukan adalah ACTION, LAKUKAN APA YANG BISA ANDA LAKUKAN. \m/ Bayangkan saja ketika Anda bercerita atau berbagi wacana jalan cepat menuju sebuah tempat yang indah dan banyak dikunjung orang kepada orang yang belum tahu tempat tersebut, sedangkan Anda belum pernah (sama sekali) menginjakkan kaki Anda di tempat yang Anda tunjukkan ataupun melewatinya dengan kata lain jalan satu arah menuju ke sana.. Apa Anda yakin apa yang Anda lakukan untuk orang tersebut? Jika orang tersebut tersesat, siapa yang merasa salah? Anda bukan? Itu yang saya pikirkan sejak lamaa u,u Harap maklum jika banyak "laba-laba" yang lebih memanfaatkan blog kosong ini. Mari bantu saya temukan jawabannya, jawaban untuk saya maupun Anda. But Life Must Go On, masbro! :D

Kamis, 23 Mei 2013

#Trainer Of Entrepreneurship part.2


Mentari cerah menampakkan sosoknya, kicauan burung menyambut teriknya. Jum'at mubarok, tiada tanda hujan akan datang siang ini. Ahh, padahal rindu ini sudah lama tidak kutemui. Menanti hujan yang akan membasuh hati ini. Menghapus lelah ini~ Bulan ini, cukup banyak waktu yang kupikirkan menanti datangnya malaikat berbisik hujan. Aku lebih senang ketika hujan datang, dan malam berselimut seketika itu.Damai... Sejuk... Nyenyak.. *eh Seringkali kujumapi badai akhir-akhir ini, bedanya aku tidak sendiri disini ketika badai datang. Aku tenang dan aku yakin, badai ini hanya sementara. Tak akan lama lagi dia pergi membawa ketakutanku. Meninggalkanku dalam ruang karya imajinasiku. Melepas aku dalam bebasnya langit jiwa. Menekan aku agar melangkah pada biru terang kehidupan. Semuanya membuatku resisten pada badai akutku. hehe. Semakin banyak mimpi yang terlahir dalam hujan. 

Alhamdulillah... tidak hentinya kalimat ini terus terucap setiap waktu. Kali ini, mewakili rasa syukur karena telah rampung lagi artikel yang kedua. hehe. Karena waktu silih berlalu dengan cepat, maka target pun terpaksa dipenuhi dalam jarak waktu dekat. Nah inilah hasilnya~ 

#Trainer Of Entrepreneurship

Bismillah...
Alhamdlillah
artikel perdana tugas Coaching akhirnya rampung. Artikel ini dibuat ketika malam berbisik bahwa GURU BESAR yang akhir-akhir ini sedang kucari kebetulan On Air pada salah satu siaran radio islami. -___- Wew~
Rasa gabut mulai merangsang. Sulit nyatanya memburu GURU BESAR dalam kejaran waktu yang begitu cepat. Masih terngiang pesan singkat dari sang guru
"Pilihan ada ditangan sendiri, bersabar namun tetap istiqomah dan berusaha ATAU move on pada yang lain. Namun, target harus dapat terpenuhi"

Zaman ini pemikiran sudah maju, satu lagi tidak ada yang punya nilai GRATIS di dunia ini. Untuk bisa buang angin pun harus mengeluarkan banyak biaya -__- Apalagi download ilmu dari GURU BESAR?!
Sulit mengatakan "MUDAH" dalam perjalanan menuju "INDAH" :"3 Yah, sekian curcol kali ini. Silahkan kunjungi serta petik ilmu dari artikel perdana saya. Cekidot~
http://lailahmufidah.wordpress.com/2013/05/24/coretan-bisnis/