Allah udah banyak baik, kok kita banyak ngeluh?
Kamis, 10 Oktober 2013
Sabtu, 31 Agustus 2013
Dimulai dari yang KECIL
TERNYATA! Entrepreneur itu mudah untuk menjadi, sulit untuk berproses. :3 Dari hal yang kecil pun terkadang kita lupa mengingat bahwa itulah yang akan membuat seorang Entrepreneur BESAR. Wuooo~
Jangan remehkan yang kecil. Karena si kecil kita akan menjadi BESAR. Yaaa, diibaratkan seorang anak yang sukses, pasti orang tuanya juga akan kebawa sukses #SEHARUSNYA. Dari hal kecil yang baik kita akan BESAR mejadi orang baik InsyaAllah. Efeknya jelas banyak.
Mari kita mulai dengan sedekah, Why Not? Sedekah itu hal kecil bukan, tidak terlalu berat untuk menjalankannya. Hanya mengeluarkan harta kita yang kita punya semampu kita kok, rebes! Jangan lupa IKHLAS dan NIAT juga penting, meskipun sepele kita sering kali lupa pada dua hal penting tadi. Niat dan Ikhlas. Duo ini akan mengarahkan kita pada tujuan kita sebenarnya. Mengharapkan keRIDHAan-Nya. Betul? Toh klo inginnya cuma dapet pahala dan Surga itu sotoy banget. Sudah PD melakukan kebaikan ini itu dengan niat agar dapat pahala dan Surga, ehh ternyata Allah tidak suka. Nah gimana tuh? Apakah Allah akan menempatkan kita di tempat yang kita inginkan? :3 Bingung kan?
Oke mari lebih mengenal diri dan Sang Pencipta alam ini. Bukankah kita dilahirkan ke dunia ini hanya untuk beribadah kepada-Nya? Yakin lah segala apapun yang kita lakukan tidak akan sia-sia jika NIAT kita betul-betul tulus melakukannya karena perintah itu berasal dari orang yang kita cintai. >_< So sweet. Si Pacar minta ini itu aja dikasih kok, kenapa perintah dari yang menciptakan diri ini SUSAH banget buat dilakukan? Bukan maksud untuk menyetarakan antara Si Pacar dan Rabb. Hanya saja jika di analogikan dalam kehidupan banyak orang yaa seperti itulah. CINTA ini pokoknya number one buat Allah, jadi Allah lah yang SEHARUSNYA & MEMANG menjadi yang paling kita CINTA. Sepakat? Nah loh yang banyak pacar~ ketauan kan sandiwaranya. :D #UdahPutusinAja. *loh
-Back to topic.-
Entrepreneur, sejatinya juga begitu, melakukan segala sesuatunya tanpa paksaan, tulus, akibatnya ngerasa tanpa beban ketika melakukannya. Setuju? Begitu juga Allah, ketika Rabb sayang banget banget banget sama hamba-Nya, apapun yang diminta pasti akan dikabulkan. Yakin deh! Cinta Allah itu dahsyat deh dibanding Cinta si Pacar #UdahPutusinAja
-Back to topic.-
Entrepreneur, sejatinya juga begitu, melakukan segala sesuatunya tanpa paksaan, tulus, akibatnya ngerasa tanpa beban ketika melakukannya. Setuju? Begitu juga Allah, ketika Rabb sayang banget banget banget sama hamba-Nya, apapun yang diminta pasti akan dikabulkan. Yakin deh! Cinta Allah itu dahsyat deh dibanding Cinta si Pacar #UdahPutusinAja
“Mintalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.” (QS. Al-Mu’min: 60).Tunggu apalagi?! Mari mulai ber-entrepreneur dari yang kecil, niat dan lakukan karena CINTA Allah. Semangat Entrepreneur, Semangat Cinta Allah.! (^^)9
Sabtu, 24 Agustus 2013
Perbanyak Relasi (Red: Ukhuwah)
Okey karena Entrepreneur itu tidak selalu bau uang, maka saya akan fokus pada kehidupan yang saya jalani. Toh karena saya telah menjalani hidup maka INSYAALLAH saya akan pertanggungjawabkan isi kali ini. :D
Dalam entrepreneurship sosial khusunya, kita (saya) diibaratkan seperti satu lidi yang tiada mampu berguna dan tiada memberi manfaat untuk membersihkan sampah saja. Yang ada hanya merepotkan saja. Jadi, pelajaran yang dapat kita ambil dari sapu lidi adalah " BERSATU KITA BISA, BERSAMA ALLAH KITA DAHSYAT" Kita hidup di dunia tidaklah sendiri, menurut ilmu sosial manusia merupakan makhluk sosial, akhluk yang membutuhkan yang lainnya agar dapat bertahan hidup (red: bersatu) bukan maksud saling memangsa agar dapat hidup :3
Adapun pepatah yang mengatakan bahwa "Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain, sebaik-baiknya seorang entrepreneur adalah entrepreneur yang paling banyak waktunya sama Allah :) " Kenapa harus deket sama Allah? kenapa ga sama pacar aja?*eh. Ya! Keduanya adalah pertanyaan yang tidak perlu lagi dijawab, jelas-jelas Allah yang menciptakan kita, nah klo pacar... mungkin banyak harkosnya.. *ups. Oke, balik lagi ke topik --->
Entrepreneur kudu memiliki skill PDKT yang oke, TETEP sama ALLAH lebih oke. Membangun dan menjalin banyak relasi itu yang dibutuhkan dalam kehidupan seorang Entrepreneur. Kenapa? Karena suatu perusahaan bisnis tidak akan pernah bisa berjalan tanpa adanya banyak orang yang mengelolanya jika hanya seorang ketua saja, yang ada sang ketua bisa kewalahan menjani kerjanya dan lelah lalu bangkrut akhirnya. Miris kan ya? Dari relasi yang banyak itu bisa kita sebut dengan silaturahim artinya kekerabatan atau paseduluran. Nah nah ada kata dulur noh, jadi selama ini..... KITA sodara??!!! Alhamdulillah, sebagai muslim tidak ada yang membatasi persaudaraan dengan derajat, kekayaan, dll. You don't say lah jika ternyata Anda membatasi. Dari hikmah si Sapu Lidi lah kita dapat kutip pelajaran yang berharga, Satu lidi bisa saja tidak bernilai atau bermanfaat, namun seikat lidi-lidi yang banyak dapat mengubahnya menjadi bernilai. :) Jangan salah jika banyak teman itu tidak ada ibrahnya, oke mari kita lihat ketika kita susah dan jauh dari orang tua siapa yang akan menolongmu? Tentu teman yang Anda kenal. Sepakat?
"Banyak teman, banyak rejeki", ini juga ga salah, artinya setiap manusia pasti sudah ditentukan rizki nya masing-masing, jadi ketika berkumpul dengan teman yang lainnya NAH alhasil Alhamdulillah wa SubhanaAllah. InsyaAllah. Semoga Anda mengerti maksud saya. :3
Ketika modal mertap pun jika Anda punya banyak teman, InsyaAllah masalah Anda dapat terselesaikan. Key Word mencari kemulusan bisnis itu ga akan sulit kok InsyaAllah klo kita tujuannya mengharap RIDHO-Nya bukan Rido Rhoma. Tetap husnudzon, cari dan periharalah kejujuran tapi inget, JANGAN mudah PERCAYA sama orang itu bukan suudzon loh, PERCAYA 100% itu cuma sama Allah. Tetep jaga-jaga sebelum menyesal. hehe. Hindari penyesalan, sebelum hidup Anda berakhir pada penyesalan.
Berikut saya coba berbagi dokumentasi suka duka saya bersama kawan sejawat :) :"3
Berikut saya coba berbagi dokumentasi suka duka saya bersama kawan sejawat :) :"3
Jumat, 23 Agustus 2013
Entrepreneurship Hukum Langit
Lagi seneng ngeblog, jadi saya manfaatkan kesempatan ini. Kesempatan jarang datang 2 kali loh. :p Sedikit share aja perbincangan saya dengan salah satu teman SMA saya malam itu. Niatnya sih mau ikut kajian kang Abu, karena sesuatu hal yahhh ternyata kedatangan saya didahului dengan perbincangan sederhana namun membuat saya merasa bangga berbincang hal yang baru. :)
Cukup lama saya stress memendam rasa ini *jiahhh* Saya ini ingin mencari guru besar untuk bidang saya seperti melamar kerja sana-sini namun alhasil harkos, beruntungnya saya punya banyak teman yang bisa menjadi guru mastermind saya. :) Tidak jauh dari judul tulisan saya, maka saya akan bagikan poin ilmu yang saya dapatkan.
Entrepreneurship. Disini Entrepreneur dikenal dan tidak jauh dengan bisnis, setuju? Suatu lakon yang banyak orang inginkan demi mencapai keinginan/kepuasan memiliki segalanya dengan uang alias untung. Betul atau betul? Banyak anak muda jaman sekarang yang tidak lain dan tidak jarang bercita-cita menjadi seorang pembisnis/pengusaha, Keduanya sama-sama mengejar untung. Tidakkah kita menyadari kembali untuk apa kita hidup? Apa hanya untuk membeli untung, membuang bahkan menolak rugi? Ingatkah ketika kita terlahir ke dunia? Siapa yang memerintahkan kita lahir? Mari kita buka QS. Az-Zariyat surat ke 51 ayat 56.
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
Jelaslah seorang entrepreneur itu sejatinya hidup untuk beribadah bukan hanya untuk mengejar untung 'dunia' saja. Untung yang sebenarnya mampu menjadi target seorang Entrepreneur adalah keRidhoan-Nya. :) Dalam ilmu bisnis, seorang pengusaha itu sejatinya menjual manfaat bukan menjual produk. Produk bisa jadi media/perantara dimana para konsumen dapat merasakan manfaat yang dijual oleh seorang pengusaha. Nah, menurut "Hukum Langit" Manfaat disini bernilai positif, okey klo begitu, mari kita ganti kata "manfaat" dengan "Amal Soleh" atau "Berbuat Baik". Bagaimana menurut Anda? Secara kemanusiaan makna yang dirasakan begitu mirip bukan? Sama-sama memberikan efek positif kepada orang lain. Untung Rugi belakangan, yang penting niatnya agar mendapat keRidhoan-Nya. Setuju???
Mungkin disini saudara sekalian, agak kurang puas dengan apa yang telah saya tulisakan di atas. Nah, maka dari itu yuk mari sama-sama belajar. :)
Cukup lama saya stress memendam rasa ini *jiahhh* Saya ini ingin mencari guru besar untuk bidang saya seperti melamar kerja sana-sini namun alhasil harkos, beruntungnya saya punya banyak teman yang bisa menjadi guru mastermind saya. :) Tidak jauh dari judul tulisan saya, maka saya akan bagikan poin ilmu yang saya dapatkan.
Entrepreneurship. Disini Entrepreneur dikenal dan tidak jauh dengan bisnis, setuju? Suatu lakon yang banyak orang inginkan demi mencapai keinginan/kepuasan memiliki segalanya dengan uang alias untung. Betul atau betul? Banyak anak muda jaman sekarang yang tidak lain dan tidak jarang bercita-cita menjadi seorang pembisnis/pengusaha, Keduanya sama-sama mengejar untung. Tidakkah kita menyadari kembali untuk apa kita hidup? Apa hanya untuk membeli untung, membuang bahkan menolak rugi? Ingatkah ketika kita terlahir ke dunia? Siapa yang memerintahkan kita lahir? Mari kita buka QS. Az-Zariyat surat ke 51 ayat 56.
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
Jelaslah seorang entrepreneur itu sejatinya hidup untuk beribadah bukan hanya untuk mengejar untung 'dunia' saja. Untung yang sebenarnya mampu menjadi target seorang Entrepreneur adalah keRidhoan-Nya. :) Dalam ilmu bisnis, seorang pengusaha itu sejatinya menjual manfaat bukan menjual produk. Produk bisa jadi media/perantara dimana para konsumen dapat merasakan manfaat yang dijual oleh seorang pengusaha. Nah, menurut "Hukum Langit" Manfaat disini bernilai positif, okey klo begitu, mari kita ganti kata "manfaat" dengan "Amal Soleh" atau "Berbuat Baik". Bagaimana menurut Anda? Secara kemanusiaan makna yang dirasakan begitu mirip bukan? Sama-sama memberikan efek positif kepada orang lain. Untung Rugi belakangan, yang penting niatnya agar mendapat keRidhoan-Nya. Setuju???
Mungkin disini saudara sekalian, agak kurang puas dengan apa yang telah saya tulisakan di atas. Nah, maka dari itu yuk mari sama-sama belajar. :)
PassiON Vs Tanggungjawab
Ya, pada akhirnya kembali juga pada blog usang ini. Klo kata eyang itu "Punya blog tapi jarang update tulisan itu seperti rumah tak dirawat, ntar ada hantunya" Nah nah... terbukti kan mulai terlihat sarang laba-laba yang menutupi jendela~ u,u Baik mari kita hidupkan kembali aura blognya. :D
Lama sekali rasanya blog ini ditinggal pergi oleh yang punya (red: saya) karena sesuatu hal yang membatasi saya. hoho. Namun berkat petuah eyang juga bahwa "Menulis itu untuk berbagi dengan harapan memberi manfaat bukan karena ingin disebut blogger" Camkan itu nak!!! Hmm, jadi saya tekankan lagi perkataan eyang tadi, "Tulislah apa yang kamu kerjakan!", toh kata mba Tia, "Seorang penulis itu hanya berpikir MENULIS, tidak pandang satu topik dan tidak harus selalu terlihat BAGUS. :D
Disini saya akan berbagi tentang suka duka ketika saya mengikuti sebuah pengajaran untuk menjadi seorang ******* (sensor), siapa sangka pula saya mendapat salah satu bidang dan pastinya perlu saya pelajari lebih dalam. Berbicara tentang PASSION mungkin ada benarnya ini bukan sebuah kesalahan bukan juga sebuah jebakan. Setelah saya pegang kata PASSION itu, akhirnya saya tau bahwa bidang ini butuh Integritas dan pengalaman serta TANGGUNG JAWAB. Bagaimana saya bisa menyikapi hal ini sedangkan saya belum juga (yakin) dapat mempertanggungjawabkannya. :3 Ya, bisa jadi ini bukan sebuah artikel tapi ini sebuah pertanyaan besar dalam hidup saya, jika anda mengalaminya hal yang sama seperti saya, itu may be YES may be NO sebuah kebetulan. Skenario hidup anda hanya Allah yang tau. PassiON itu sifatnya bukan lahiriyah maksudnya ketika menjalani sebuah kehidupan bisa saja sesuatu yang ditemukan dalam diri saat kita terlahir belum tentu sama ketika kita telah sukses. Semoga anda paham maksud saya, jika tidak... Silahkan simak penjelasan dari salah satu guru saya, cekidot ->>
Lalu apa yang dianggap "passion" oleh sebagian orang? Apakah sesuatu yang tiba2 kita langsung jago melakukannya. Ataukah sesuatu yang sangat kita suka untuk dilakukan? Kalau memang alasannya karena kita sangat suka, apa jaminannya bahwa kita akan menyukainya selamanya? Apa jaminannya jika tugas yang kita tolak tadi sampai kapan pun tidak akan kita suka? Lalu, apakah Passion itu adalah sesuatu yang tetap? Tidak berubah sampai kita mati? Seringkali kita terlalu mudah mengatakan bahwa ini "passion" saya dan itu bukan "passion" saya. Padahal, mungkin kita masih harus terus belajar tentang seperti apa sebenarnya diri kita. Berhati-hatilah, terlalu mudah memutuskan sesuatu itu "passion" bagi kita atau tidak, bisa jadi berakibat membatasi diri kita dari potensi-potensi lain yang justru bisa disinergikan dan dikembangkan untuk membuat diri kita semakin baik. #RenunganDiri |
Nah, bagaimana saudara-saudara ? apakah sudah mendapatkan lampunya (red: penerangan)? Yah intinya itu weh nyak. PassiON memang bukanlah "biang keroknya", pertanggung jawaban saya yang dipertanyakan. Akankah saya terus memakan banyak wacana untuk betah didalamnya? Tentu TIDAK!!! Saya perlukan adalah ACTION, LAKUKAN APA YANG BISA ANDA LAKUKAN. \m/
Bayangkan saja ketika Anda bercerita atau berbagi wacana jalan cepat menuju sebuah tempat yang indah dan banyak dikunjung orang kepada orang yang belum tahu tempat tersebut, sedangkan Anda belum pernah (sama sekali) menginjakkan kaki Anda di tempat yang Anda tunjukkan ataupun melewatinya dengan kata lain jalan satu arah menuju ke sana.. Apa Anda yakin apa yang Anda lakukan untuk orang tersebut? Jika orang tersebut tersesat, siapa yang merasa salah? Anda bukan? Itu yang saya pikirkan sejak lamaa u,u Harap maklum jika banyak "laba-laba" yang lebih memanfaatkan blog kosong ini. Mari bantu saya temukan jawabannya, jawaban untuk saya maupun Anda. But Life Must Go On, masbro! :D
Kamis, 23 Mei 2013
#Trainer Of Entrepreneurship part.2
Mentari cerah menampakkan sosoknya, kicauan burung menyambut teriknya. Jum'at mubarok, tiada tanda hujan akan datang siang ini. Ahh, padahal rindu ini sudah lama tidak kutemui. Menanti hujan yang akan membasuh hati ini. Menghapus lelah ini~ Bulan ini, cukup banyak waktu yang kupikirkan menanti datangnya malaikat berbisik hujan. Aku lebih senang ketika hujan datang, dan malam berselimut seketika itu.Damai... Sejuk... Nyenyak.. *eh Seringkali kujumapi badai akhir-akhir ini, bedanya aku tidak sendiri disini ketika badai datang. Aku tenang dan aku yakin, badai ini hanya sementara. Tak akan lama lagi dia pergi membawa ketakutanku. Meninggalkanku dalam ruang karya imajinasiku. Melepas aku dalam bebasnya langit jiwa. Menekan aku agar melangkah pada biru terang kehidupan. Semuanya membuatku resisten pada badai akutku. hehe. Semakin banyak mimpi yang terlahir dalam hujan.
Alhamdulillah... tidak hentinya kalimat ini terus terucap setiap waktu. Kali ini, mewakili rasa syukur karena telah rampung lagi artikel yang kedua. hehe. Karena waktu silih berlalu dengan cepat, maka target pun terpaksa dipenuhi dalam jarak waktu dekat. Nah inilah hasilnya~
#Trainer Of Entrepreneurship
Bismillah...
Alhamdlillah artikel perdana tugas Coaching akhirnya rampung. Artikel ini dibuat ketika malam berbisik bahwa GURU BESAR yang akhir-akhir ini sedang kucari kebetulan On Air pada salah satu siaran radio islami. -___- Wew~
Rasa gabut mulai merangsang. Sulit nyatanya memburu GURU BESAR dalam kejaran waktu yang begitu cepat. Masih terngiang pesan singkat dari sang guru
Zaman ini pemikiran sudah maju, satu lagi tidak ada yang punya nilai GRATIS di dunia ini. Untuk bisa buang angin pun harus mengeluarkan banyak biaya -__- Apalagi download ilmu dari GURU BESAR?!
Sulit mengatakan "MUDAH" dalam perjalanan menuju "INDAH" :"3 Yah, sekian curcol kali ini. Silahkan kunjungi serta petik ilmu dari artikel perdana saya. Cekidot~
http://lailahmufidah.wordpress.com/2013/05/24/coretan-bisnis/
Alhamdlillah artikel perdana tugas Coaching akhirnya rampung. Artikel ini dibuat ketika malam berbisik bahwa GURU BESAR yang akhir-akhir ini sedang kucari kebetulan On Air pada salah satu siaran radio islami. -___- Wew~
Rasa gabut mulai merangsang. Sulit nyatanya memburu GURU BESAR dalam kejaran waktu yang begitu cepat. Masih terngiang pesan singkat dari sang guru
"Pilihan ada ditangan sendiri, bersabar namun tetap istiqomah dan berusaha ATAU move on pada yang lain. Namun, target harus dapat terpenuhi"
Zaman ini pemikiran sudah maju, satu lagi tidak ada yang punya nilai GRATIS di dunia ini. Untuk bisa buang angin pun harus mengeluarkan banyak biaya -__- Apalagi download ilmu dari GURU BESAR?!
Sulit mengatakan "MUDAH" dalam perjalanan menuju "INDAH" :"3 Yah, sekian curcol kali ini. Silahkan kunjungi serta petik ilmu dari artikel perdana saya. Cekidot~
http://lailahmufidah.wordpress.com/2013/05/24/coretan-bisnis/
Sabtu, 20 April 2013
Ketika Hujan Bersembunyi Pada Malam :)
Malam kemarin, hujan tak hentinya membagi kisah perciknya sejak sore. Entah apa yang membuatnya begitu banyak cerita. Namun, karena cerita itu aku bertemu dengan kisah lamaku yang lama tak berjumpa. Hujan Berhenti. hahaha :D Tak sadar diri ini telah dirasuki malu yang amat geli. Sekedar menghilangkan penat dan lelah, ku pikir keluar & melihat hujan tak ada salahnya. hihihi. Teriring hujan yang membasahi, aku tak takut lagi menghadapi basah. Yaaaa, aku bahagia mencicip rupa meski dari jauh. ahaha :D Mungkin terakhir kalinya aku akan melihatnya. Astaghfirulloh~ Cukup Mari menabung istighfar. o_O
Dengan jujur, kisah ini tidak terlalu serius untuk ditanggapi. Hanya saja, angin malam membawaku dalam deretan kata. Awan mendung pun sengaja kuserahkan pada matahari yang mungkin akan menghapusnya dalam terang. Teriak mendungku hampir melupakan sinar bintang yang selalu kurindu namun tetap ingin kugapai. Berawal dari sosok, maka terbitlah rangkaian kata membentuk pelangi menghias cerita. Itulah aku. Aku yang tidak ingin terus menerus hanyut dalam berita badai. Aku yang tidak ingin terus bersembunyi dalam gelapnya langit. Ingin rasanya menumpahkan semua cita yang lama aku rangkai, tapi tak pernah kudapati. Mengukir goresan tinta sejarah membangun semangat, itu yang sedang ku angankan.. Tak banyak kata dalam lembaran waktu yang bisa ku simpan. Tak akan lama kisahku akan terus berputar, layaknya bumi yang tak akan lama sanggup mengitari matahari. Hanya raja yang mampu memutuskannya. Biarkan prajurit terus menjaga perintah Raja dan terus melakukan apa yang baik untuknya. Biarkan 'hujan berhenti' menjadi kata 'intermezzo' di sela sibuknya hari. haha :D Memberiku cermin untuk menjadi lebih baik dan baik lagi. yeah. Semangat bree :D
Dengan jujur, kisah ini tidak terlalu serius untuk ditanggapi. Hanya saja, angin malam membawaku dalam deretan kata. Awan mendung pun sengaja kuserahkan pada matahari yang mungkin akan menghapusnya dalam terang. Teriak mendungku hampir melupakan sinar bintang yang selalu kurindu namun tetap ingin kugapai. Berawal dari sosok, maka terbitlah rangkaian kata membentuk pelangi menghias cerita. Itulah aku. Aku yang tidak ingin terus menerus hanyut dalam berita badai. Aku yang tidak ingin terus bersembunyi dalam gelapnya langit. Ingin rasanya menumpahkan semua cita yang lama aku rangkai, tapi tak pernah kudapati. Mengukir goresan tinta sejarah membangun semangat, itu yang sedang ku angankan.. Tak banyak kata dalam lembaran waktu yang bisa ku simpan. Tak akan lama kisahku akan terus berputar, layaknya bumi yang tak akan lama sanggup mengitari matahari. Hanya raja yang mampu memutuskannya. Biarkan prajurit terus menjaga perintah Raja dan terus melakukan apa yang baik untuknya. Biarkan 'hujan berhenti' menjadi kata 'intermezzo' di sela sibuknya hari. haha :D Memberiku cermin untuk menjadi lebih baik dan baik lagi. yeah. Semangat bree :D
Jumat, 05 April 2013
Yang ngerokok satu, yang mati rame-rame. :/
Yakkk, hari ini hujan tidak kunjung di kota hujan. 3 jam tadi siang itu membuatku terus saja menyesal. Bayangkan saja, Aku berlari menghampiri bus kota kelas ekonomi, dan beruntungnya ku daptati bangku yang kosong itu. Na'asnya aku tidak mengetahuinya bahwa apa yang telah kupijaki itu adalah jejak seseorang yang baru saja mengeluarkan "mabuk"nya. Hueeeekk :3 Aku tak mampu bertingkah lagi. Cukup aku memendam rasa "jijik" selama 3 jam kali ini. Huyee~ disusul dengan hembusan asap "kematian" yang berkali-kali di hirup oleh bapak tua yang duduk di depanku. Ohh My God.. Ku rogoh kantong hitam depanku, ahhh ini dia, "minyak kayu pu**h akhirnya ku temukan. Daripada ku hirup asap "kematian" itu, biar kan ku ganti dengan yang alami. :D Ehhhh, berharap tidak ada yang lebih dekat mengeluarkan asap itu, ternyata.. HARKOS. Seorang bapak disampingku mengeluarkan sebatang rokok dan membakar ujungnya kemudian dihisap dan dihembuskannya asap "itu". Iyuuhhhh -,- Andai saja mereka bisa mengahargai kehadiranku ini. :3 Sering kutemukan bapak-bapak ataupun teman lelaki yang beradu argumen tentang kebiasaan mengebul itu. Mereka tidak ingin terganggu ataupun di tegur tentang asap kebulnya, dengan alasan "Urang-urang ieu nu ngarokok, naha maneh nu rempong?" Jelaslah, sekitarnya yang merasa gupek untuk menghindari asap kebul itu, hahhhh -,- tidakkah mereka tau, kami pun ingin dihargai selain batang rokok itu.
Senin, 01 April 2013
Badai Pasti Berlalu
Hujan… dalam badai aku kembali bersimpuh. Aku lemah. Rasanya
tak ingin ada mentari (lagi) yang ingin kusapa. Ingin rasanya aku ingin terus
bersamamu, agar tak ada lagi yang tampak kutangisi. Mungkin saja benar ketika
dibawah birunya hari aku seperti bunga yang terang dan indah namun ternyata
mematikan. Aku sadar karena itulah
mentari mencoba jauh dariku. Aku tak bisa menipu. Inilah aku. Diri yang memang
tak sempurna. Aku memang tak ingin memburunya, tapi biarkan jika aku ingin menujunya. Hahaha :D Ketika dunia ini terasa menjauh, aku sendiri. Tak
ada yang bisa merasakannya, karena mereka telah tertipu dalam terangnya langit biru. Sering
kutemukan mendung padanya, dan ku coba hapus dengan embun. Entah yang kulakukan
itu mampu atau memang tertutup kabut. Begitulah aku melihat ke belakang.
Kini ku sendiri dalam tengah badai, tak ingin ada yang tau
ketika tiada. Dalam kata, aku berbincang
pada-Nya. Semoga kabut bahagia senang bertemu dengan mereka. Hadirku tak mampu
membuat mereka berharap tentang diri ini. Dalam sendiri, kembali ku menarik
simpul masa lalu. Hanya satu yang sejati dalam teman maupun keluarga, Rabbi. Begitu bangga aku menyebutnya. Jika
saja kudapatkan se-paket Cinta
kiriman-Nya, mungkin saat ini aku tak akan (lagi) kutemukan badai. Langka rasanya mendapatkan yang benar utuh. Yaaa, itulah harapan. Harapan yang masih dalam
jarak tak tentu.
Di tengah badai, aku merupakan satu yang tenang diantara
ombak-ombak besar yang mengelilingi. Itulah sebabnya aku tertunduk. Entah
sampai kapan kapal ini berlayar dan akhirnya berlabuh pada tepian sukacita. Mentari
pun sudah jauh kulewati sebelum badai, dan entah mana lagi terang yang akan
kutemukan.
Dalam penyesalan, sontak ku tertegun. Sebuah angin membawaku
keluar dari badai. Setengah kosong aku berkata.
Ku lihat ke belakang, dan badai berlalu. Dalam istikhorohku, ku temukan
hikmah (lagi) sebagai energi untuk
mengarungi samudera ini. Semoga terus dan akan selalu ku ingat cerita ini
hingga aku kembali temukan sendiri dalam putaran waktu. Begitu singkat aku
mendapatkan indah. :) Ini ceritaku, dan mungkin ceritamu. Dalam pesan angin, kudapatkan maaf untuk
diriku dan masa lalu yang baru saja kupijaki, karena sesosok bahagia sedang
mencari di depanmu. Begitulah kisah tak sempurna jika tak ada badai didalamnya.
PD ala Ubi Cilembu :D
Ubi Cilembu...
siapa yang tidak mengenal kultivar ubi jalar yang satu ini? Ubi yang telah
menjadi ‘maskot’ Desa Cilembu, kecamatan Pamulihan, Sumedang, Jawa Barat. Okey
mari kita kenal lebih dulu tentang ubi
ini,menurut beberapa informasi dari mbah Wiki…
Ubi Cilembu lebih istimewa daripada umbi biasanya karena umbi ini bila dioven akan mengeluarkan sejenis cairan lengket gula madu yang manis rasanya. Karena itu, umbi Cilembu disebut juga dengan umbi si madu. Bila umbi pada umumnya juga manis, rasa manis umbi Cilembu ini lebih manis dan lengket dengan gula madu. Rasa manis ini membuat tenaga ekstra bagi orang yang mengkonsumsinya. Yummyy.. membayangkannya saja sudah membuat lapar. Namun,
siapa sangka dalam ubi ini terdapat pelajaran berharga. Jika anda
termasuk orang yang merasa gengsi-an.
Maka anda harus belajar pada ubi ini.
Rasa ubi Cilembu yang ditanam di daerah selain di Desa Cilembu
ternyata tidak seenak dan tidak selegit yang ditanam di Desa Cilembu. Kenapa
hal ini bisa terjadi? Karena ternyata kandungan tanah yang ada di Desa Cilembu
ini memiliki unsur hara yang unik dan mempunyai komposisi yang sesuai dan pas
dengan ubi Cilembu yang ditanam, yang tidak bisa ditemukan di daerah lainnya di
dunia ini. Dosen saya bilang kalau tanah yang ada di Desa Cilembu ini indigenous soil, dan seharusnya segera dicagarkan karena hanya ada satu-satunya di dunia.
Jadi, silahkan anda bilang WOW!!!
Jadi, pelajaran apa yang telah anda dapat??? Baiklah, saya akan
bantu meringkas.
Ubi Cilembu itu ya khasnya Cilembu, ketika benih dan tanahnya diujikan pada tempat lain selain tempat asalnya (desa Cilembu), ternyata kadar manis dari ubi tersebut tidak persis dengan kadar manis ubi yang berasal dari tanah desa Cilembu. Yapp, disini pelajaran kita dapat, seperti dirimu ketika Allah menciptakan kamu dengan keunggulan tersendiri, kamu tidak bisa mencoba menjadi diri orang lain. Yakinilah bahwa apa yang terdapat dalam diri ini akan tiba saatnya membawa kepada pintu bahagia kita. Silahkan kali ini anda berteriak WOW kembali!!! :D
Ubi Cilembu itu ya khasnya Cilembu, ketika benih dan tanahnya diujikan pada tempat lain selain tempat asalnya (desa Cilembu), ternyata kadar manis dari ubi tersebut tidak persis dengan kadar manis ubi yang berasal dari tanah desa Cilembu. Yapp, disini pelajaran kita dapat, seperti dirimu ketika Allah menciptakan kamu dengan keunggulan tersendiri, kamu tidak bisa mencoba menjadi diri orang lain. Yakinilah bahwa apa yang terdapat dalam diri ini akan tiba saatnya membawa kepada pintu bahagia kita. Silahkan kali ini anda berteriak WOW kembali!!! :D
Minggu, 31 Maret 2013
Badai dan Hujan
Banyak alasan kenapa hujan selalu menjadi topik hebatku. Petang ini aku baru saja berlabuh pada tepian 'mimpi'. Setelah seharian ini kuhadapi segala ombak dan badai yang hampir membuatku mati. Dalam badai, aku tidak menemukan hujan yang sama. Setengah pecah aku pasrah pada badai. Begitu aku berada hampir dekat dengan 'mimpi', badai kemudian berhenti. Kudapatkan pesan botol pada tepian, "semua pasti ada hikmahnya". Pesan itu membuatku tersedak. Kembali aku renungkan apa yang telah kulakukan seharian ini. Sesaat itu hujan yang sama kembali hadir menenangkan, tak ada yang perlu disesali. Biarkan badai berlalu mencari waktu yang lain. Tak peduli ia akan menghadangku kembali. Percayalah, semua akan baik-baik saja. Biarkan kilat dan gemuruh menggoreskan sedikit luka dalam hati karena aku yakin luka itu akan pulih dengan sendirinya. Biarkan pula hujan ini membasahi wajah agar air mata ini turut satu dan jatuh dengannya. Sesalku kuhapus dengan pelan,kuikhlaskan apa yang telah terjadi. Hanya itu satu-satunya obat penenang saat ini. Meski rasanya seluruh isi dunia ini melarikan diri dari hadapku, hujan mampu berbisik, tersisalah satu yang peduli padamu, Rabbi. Tak ada yang lebih tenang selain cinta-Nya. Hembuskan segala resah tentang badai. Biarkan angin membelai bersama tenang. Tata kembali segala yang kacau karena badai. Lepaskan episode luka ini pada hulu sungai agar tak ada lagi luap sesal dan sedih kembali. Dan wujudkan bintang-bintang yang menggantung di langit semesta dengan mengukir semangat untuk langit tercinta. Tiada lelah dan bosan pada hujan yang turun sama kemarin sore.
![]() |
| Add caption |
Sabtu, 30 Maret 2013
Hapus Lelah Jadi Bahagia
Senja kelabu ini enggan untuk memaparkan hujan derasnya. Banyak percik yang tersimpan dalam gelapnya awan mendung. Sehingga tak banyak pula yang jatuh menemui bumi. Wahai pemilik hujan, tidakkah kau sedia berikan aku kesejukan akan nikmat-Mu saat ini? Seperti hati ini yang lama lusuh, jauh dari-Mu. Itulah aku, yang tak hentinya bercerita tentang hujan berhenti. Dan disinilah aku memulainya kembali...
Diantara rintik, ku datang dan berharap hujan berhenti. Dilain alasan, ku berharap hujan berhenti membawaku pada sudut bahagia kala cerita telah usai. Sampai tak akan ada hujan resah lagi setelahnya. Banyak harap kugantung pada jendela langit, namun tak ada satupun yang memahami.
Hujan, kutitipkan segala lelahku padamu agar semuanya melebur dan terhapus hari ini.
Hujan, kutitip pula cerita seharian pada lebatnya air yang turun dan memercik.
Hujan, biarkan airmu datang dan meresap dalam gersangnya kehidupan
Ketika hujan, semua yang kukeluhkan terasa berbincang satu sama lain. Mereka diam tapi seolah mengejekku. Meracik beberapa pertanyaan yang ditujukan padaku. Disana aku mulai berharap pada yang lain, ya Pelangi. Setelah hujan, aku berharap sejuk ini membawaku pada sosok indah semesta. Membuka lembaran kosong untuk cerita yang masih hambar. Satu indah itu ternyata membawa banyak cerita warna didalamnya. Aku bersyukur akhirnya aku dapatkan mereka. Mereka bersinar, dan sinarnya tampak jelas dengan warnanya masing-masing. Satu demi satu, warna itu menjadi satu lukisan indah dalam semesta. Hadirnya pun tampak selalu paling dinanti.
Analogiku mulai kehabisan kata--- Tak akan lagi aku bercerita tentang mimpi, namun akan kuceritakan bagaimana aku jatuh hati pada
hujan dan pelangi itu.Hujan... memanggil namanya pun aku senang :) berharap dia tau apa yang terjadi. Kala hujan, aku senang mencium baunya basah daripada tanah, aku senang melihat perciknya air pertama saat jatuh, aku senang melihat tetesan itu menari di atas dedaunan, haha :D cukup hanya alasan itu terkuak, konyol rasanya ketika tau aku mulai menggilai hujan. Cukup aku bercerita tentang hujan, selebihnya biar kusimpan pada lubuk hati yang kecil ini.
Pelangi... dia memiliki warna yang berbeda, namun tak pernahkah aku mendengar keluhnya karena perbedaan itu. Aku salut padanya. Darinyalah aku merasa sesuatu yang berbeda seperti pelangi. Ketika aku dipertemukan pada warna-warna lain, aku sempat mundur. Namun, pelangi itu muncul dan memberikan ku arti. Dari perbedaan itu tak akan membuatmu terlihat buruk. Karenanya warna satu dengan lainnya akan saling memberikan indah untuk satu yang paling indah. Itulah alasannya kenapa aku mempertahankan pelangiku. Biarkan keburukan diantara warna itu tertutup oleh kabut indah daripada kami.
Langganan:
Postingan (Atom)






.jpg)




