Ya, pada akhirnya kembali juga pada blog usang ini. Klo kata eyang itu "Punya blog tapi jarang update tulisan itu seperti rumah tak dirawat, ntar ada hantunya" Nah nah... terbukti kan mulai terlihat sarang laba-laba yang menutupi jendela~ u,u Baik mari kita hidupkan kembali aura blognya. :D
Lama sekali rasanya blog ini ditinggal pergi oleh yang punya (red: saya) karena sesuatu hal yang membatasi saya. hoho. Namun berkat petuah eyang juga bahwa "Menulis itu untuk berbagi dengan harapan memberi manfaat bukan karena ingin disebut blogger" Camkan itu nak!!! Hmm, jadi saya tekankan lagi perkataan eyang tadi, "Tulislah apa yang kamu kerjakan!", toh kata mba Tia, "Seorang penulis itu hanya berpikir MENULIS, tidak pandang satu topik dan tidak harus selalu terlihat BAGUS. :D
Disini saya akan berbagi tentang suka duka ketika saya mengikuti sebuah pengajaran untuk menjadi seorang ******* (sensor), siapa sangka pula saya mendapat salah satu bidang dan pastinya perlu saya pelajari lebih dalam. Berbicara tentang PASSION mungkin ada benarnya ini bukan sebuah kesalahan bukan juga sebuah jebakan. Setelah saya pegang kata PASSION itu, akhirnya saya tau bahwa bidang ini butuh Integritas dan pengalaman serta TANGGUNG JAWAB. Bagaimana saya bisa menyikapi hal ini sedangkan saya belum juga (yakin) dapat mempertanggungjawabkannya. :3 Ya, bisa jadi ini bukan sebuah artikel tapi ini sebuah pertanyaan besar dalam hidup saya, jika anda mengalaminya hal yang sama seperti saya, itu may be YES may be NO sebuah kebetulan. Skenario hidup anda hanya Allah yang tau. PassiON itu sifatnya bukan lahiriyah maksudnya ketika menjalani sebuah kehidupan bisa saja sesuatu yang ditemukan dalam diri saat kita terlahir belum tentu sama ketika kita telah sukses. Semoga anda paham maksud saya, jika tidak... Silahkan simak penjelasan dari salah satu guru saya, cekidot ->>
Lalu apa yang dianggap "passion" oleh sebagian orang? Apakah sesuatu yang tiba2 kita langsung jago melakukannya. Ataukah sesuatu yang sangat kita suka untuk dilakukan? Kalau memang alasannya karena kita sangat suka, apa jaminannya bahwa kita akan menyukainya selamanya? Apa jaminannya jika tugas yang kita tolak tadi sampai kapan pun tidak akan kita suka? Lalu, apakah Passion itu adalah sesuatu yang tetap? Tidak berubah sampai kita mati? Seringkali kita terlalu mudah mengatakan bahwa ini "passion" saya dan itu bukan "passion" saya. Padahal, mungkin kita masih harus terus belajar tentang seperti apa sebenarnya diri kita. Berhati-hatilah, terlalu mudah memutuskan sesuatu itu "passion" bagi kita atau tidak, bisa jadi berakibat membatasi diri kita dari potensi-potensi lain yang justru bisa disinergikan dan dikembangkan untuk membuat diri kita semakin baik. #RenunganDiri |
Nah, bagaimana saudara-saudara ? apakah sudah mendapatkan lampunya (red: penerangan)? Yah intinya itu weh nyak. PassiON memang bukanlah "biang keroknya", pertanggung jawaban saya yang dipertanyakan. Akankah saya terus memakan banyak wacana untuk betah didalamnya? Tentu TIDAK!!! Saya perlukan adalah ACTION, LAKUKAN APA YANG BISA ANDA LAKUKAN. \m/
Bayangkan saja ketika Anda bercerita atau berbagi wacana jalan cepat menuju sebuah tempat yang indah dan banyak dikunjung orang kepada orang yang belum tahu tempat tersebut, sedangkan Anda belum pernah (sama sekali) menginjakkan kaki Anda di tempat yang Anda tunjukkan ataupun melewatinya dengan kata lain jalan satu arah menuju ke sana.. Apa Anda yakin apa yang Anda lakukan untuk orang tersebut? Jika orang tersebut tersesat, siapa yang merasa salah? Anda bukan? Itu yang saya pikirkan sejak lamaa u,u Harap maklum jika banyak "laba-laba" yang lebih memanfaatkan blog kosong ini. Mari bantu saya temukan jawabannya, jawaban untuk saya maupun Anda. But Life Must Go On, masbro! :D


Tidak ada komentar:
Posting Komentar